Cara Menggunakan Tensimeter Digital dan Manual, Pahami Sebelum Beli!

Mulai banyak orang yang sadar akan kesehatan tekanan darah, sehingga saling berbondong-bondong membeli tensimeter. Tapi, tak sedikit pula yang kebingungan bagaimana cara menggunakan tensimeter. Jika kamu termasuk salah satu di antara orang yang kebingungan, artikel ini jawabannya.

Perlu diketahui, cara penggunaan tensimeter digital dan manual tidaklah sama. Mengetahui cara penggunaan yang benar akan menghindari kamu dari kesalahan pembacaan tensi, karena itu akan kacau. Tanpa aneka basa-basi lagi, mari melompat ke pembahasan berikut ini!

Sekilas Tentang Tensimeter

Sekilas Tentang Tensimeter

Sphygmomanometer atau tensimeter sekarang dijual secara bebas. Alat ini berguna untuk memeriksa tekanan darah seseorang. Baik tensimeter digital maupun manual, keduanya sama-sama dilengkapi dengan manset yang bisa dipompa angin.

Pembeda dari kedua jenis tensimeter terlihat dari ada tidaknya stetoskop. Cara menggunakan tensimeter manual melibatkan stetoskop. Nantinya stetoskop dipakai di telinga untuk mendengarkan tekanan sistolik dan diastolik.

Tekanan pada manset turun ketika katup (valve) terbuka. Pada saat itulah biasanya dokter mencoba mendengarkan bunyi denyutan. Detakan pertama dinamakan sistolik, dan detakan yang mengikutinya adalah diastolik.

Bagian bagian tensimeter terdiri dari lima komponen utama, yaitu manset (cuff), katup, bulb, bladder, dan manometer. Berikut fungsi masing-masing komponennya:

Cuff

Cuff adalah manset yang nantinya dililitkan pada lengan atas. Ukurannya tergantung dari besaran bulb. Semakin besar bulb, semakin besar pula cuff.

Valve

Angin yang sudah dipompa ke dalam cuff kemudian dikempiskan melalui valve.

Bulb

Bentuknya bulat dan muat di genggaman orang dewasa. Fungsi bulb yaitu untuk memompa angin ke dalam bladder.

Bladder

Komponen ini berada di dalam manset dan bladder akan mengembang ketika mendapatkan pasokan angin dari bulb. Bentuknya persegi panjang, seperti kantung udara. Kantung yang terisi akan menyumbat arteri, sehingga tekanan darah dapat diukur.

Manometer

Sekilas tampak seperti jam, namun komponen ini digunakan untuk melihat tekanan udara di dalam bladder. Satuan dari tensimeter yaitu mmHg.

Cara Menggunakan Tensimeter Manual

Cara Menggunakan Tensimeter Manual

Jenis tensimeter ini masih banyak dijumpai di rumah sakit. Dibutuhkan pengalaman medis untuk bisa membaca tekanan sistolik dan diastolik melalui tensimeter manual. Apabila kamu ingin mencobanya sendiri di rumah, ikuti panduannya di bawah ini:

  1. Duduk di kursi dengan posisi nyaman dan rileks. Jika menggunakan baju lengan panjang, gulung terlebih dulu sampai bahu atas.
  2. Letakkan lengan di atas permukaan datar dan rata. Posisikan agar tinggi lengan sejajar dengan jantung kamu.
  3. Mulailah lilitkan manset pada lengan atas. Kamu bisa memanggil orang apabila butuh bantuan.
  4. Hindari memasang terlalu ketat, pastikan ada jarak minimal 2 jari antara manset dan kulit lengan.
  5. Lalu, pompa bladder dengan bulb.
  6. Setelah jarum manometer berdentang pada skala 180 mmHg, hentikan pemompaan.
  7. Raih katup dan putar sedikit supaya tekanan dalam bladder bisa dikempiskan.
  8. Lihat arah turunnya jarum manometer. Sembari itu dengarkan denyutan di telinga.
  9. Apabila mendengar detak keras pertama, itu adalah tekanan sistolik. Catat pada kertas.
  10. Dengarkan lagi sampai detak tersebut perlahan menghilang, itu yang dinamakan tekanan diastolik.
  11. Sekarang kamu sudah mendapatkan dua angka dari layar manometer, maka itulah hasil pemeriksaan tekanan darah kamu.

Cara Menggunakan Tensimeter Digital

Cara Menggunakan Tensimeter Digital

Tidak seperti jenis tensimeter konvensional, tensimeter ini sangat mudah digunakan. Makanya jenis digital lebih laris untuk penggunaan di rumah. Buat kamu yang sudah memilikinya, namun belum tahu caranya, mari simak dulu langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Duduk dengan rileks dan jangan mengobrol selama pemeriksaan berlangsung.
  2. Lilitkan manset pada lengan atas. Pastikan baju sudah digulung, jika tidak, itu akan menghalangi kinerja tensimeter.
  3. Kemudian, tekan tombol Power yang berada pada tensimeter untuk menyalakannya.
  4. Apabila layar manometer digital menyala, tandanya tensimeter berfungsi.
  5. Jika berfungsi, tensimeter akan langsung melakukan pemompaan ke bladder. Pemompaan akan berhenti secara otomatis pada angka tertentu.
  6. Tunggu sampai tensimeter selesai menghitung tekanan sistolik dan diastolik kamu.
  7. Tensimeter digital dengan suara akan menyuarakan hasil pemeriksaan, sedangkan tensimeter tanpa suara, kamu bisa melihat hasilnya pada layar manometer. Selesai.

Ketahui Hal-hal Ini Sebelum Memeriksa Tekanan Darah

Ketahui Hal-hal Ini Sebelum Memeriksa Tekanan Darah

Setelah memahami cara menggunakan tensimeter di atas, tidak sulit, bukan? Namun ada beberapa hal kecil yang perlu diperhatikan sebelum memeriksa tensi darah. Apalagi kalau kamu penderita hipertensi. Supaya hasil pemeriksaan tetap akurat, ketahui hal-hal berikut sebelum pengukuran tensi:

  1. Jangan mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan coca-cola, minimal 30 menit sebelum pemeriksaan.
  2. Hindari melakukan aktivitas terlalu berat, seperti berolahraga.
  3. Jangan merokok atau mengonsumsi obat-obatan dengan kandungan kafein.
  4. Lakukan kalibrasi pada tensimeter digital dan manual apabila kamu sering menggunakannya.
  5. Jangan melilitkan manset di atas lengan baju.
  6. Manset harus dililitkan pada lengan telanjang.
  7. Gunakan manset kecil apabila mengukur tekanan darah anak-anak.
  8. Pakai manset besar apabila orang yang diukur mempunyai lengan berotot atau lengan besar.
  9. Tidak diperbolehkan untuk berbicara atau mengobrol selama proses pemeriksaan tensi darah.
  10. Buang jauh-jauh pikiran negatif supaya tidak stres saat pemeriksaan.
  11. Bagi penderita hipertensi, apabila hasilnya terlalu tinggi, lakukan kembali pengukuran sampai 2-3 kali dengan selang minimal 2-5 menit. Kemudian, hitung rata-rata dan itulah hasil pemeriksaan yang benar.
  12. Pemeriksaan hendaknya dilakukan setiap hari bagi penderita hipertensi, tujuannya untuk mengetahui efektivitas dari obat anti-hipertensi yang diminum.
  13. Lakukan pengecekan pada waktu yang sama apabila kamu sering memeriksa tekanan darah.
  14. Segera kunjungi dokter apabila tekanan darah kamu mencapai 180/120 mmHg atau bahkan lebih.

Dengan memahami cara menggunakan tensimeter, kamu pun bisa tahu apakah harus ke dokter atau tidak. Makanya, mempunyai alat ini di rumah bakal sangat berguna. Terlebih, banyak sekali variasi modelnya di pasaran, mulai dari yang murah sampai mahal.

Postingan lainnya tentang materi Tensimeter:

Leave a Comment